Apa Sih Bedanya Reseller dan Dropship - Apa Sih Bedanya...?
Minggu, 31 Mei 2015

Apa sih perbedaan reseller dan dropship? Bagaimana cara menjadi reseller dan dropship? Apa sih arti dan pengertian dari reseller dan dropshipping? Apa itu reseller dan dropship? Mungkin ketiga pertanyaan tersebut sering dilontarkan oleh Anda yang ingin bergelut di bidang bisnis. Anda yang ingin mendapatkan keuntungan tambahan atau pendapatan sambilan bisa melakukan bisnis reseller atau dropshipping. Apa itu reseller dan apa itu dropship.

Perbedaan reseller dan dropship - Apa Sih Bedanya Reseller dan Dropship
Gambar Alur penjualan dropship

Mungkin memilih jadi reseller atau dropship agak membingungkan. Berikut ini kami rinci beberapa perbedaan reseller dan dropship. Semoga rincian ini bisa memberi gambaran bagi Anda tentang kedua istilah tersebut.

Pengertian Reseller & Cara Menjadi Reseller

Dari kata dasarnya saja Re = mengulang, dan Sell = menjual yang dapat diartikan menjadi Menjual Kembali, dan -er yang memiliki arti perlakunya. Nah dari mengartikan kata-kata itu saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa RESELLER berarti orang / pelaku yang menjual kembali dengan adanya produk fisik di tangan agen tersebut.

Reseller adalah seorang pebisnis yang melakukan proses jual beli dengan langsung membeli barang dari grosir/supplier, disimpan sebagai stok, kemudian dijual kembali kepada konsumen. Contoh, jika Anda adalah seorang Reseller. Maka Anda membeli barang dari produsen (misal grosir bros atau grosir keripik jamur) sebagai grosir/supplier produknya. Produk yang yang Anda beli disimpan di tempat Anda sebagai stok. Saat ada pembelian dari konsumen, maka harga dan peroses pengirimannya (jika online) menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Posisi reseller antara produsen dan konsumen.

Produsen/Distributor - Reseller - Konsumen

Untuk  menjadi reseller, Anda harus menghubungi suplier/produsen. Usahakan yang menyuplai produk kepada Anda adalah produsen atau suplier tangan pertama sehingga harga barangnya lebih murah. Ajukan diri Anda untuk menjadi suplier produk mereka. Biasanya produsen mempunyai sistem keagenan atau sistem distribusinya sendiri, masing-masing produsen berbeda sistem. Tanyalah selengkap mungkin bagaimana sistem reseller yang mereka gunakan.

Selanjutnya, Ada produsen yang mewajibkan Anda untuk melunasi pembelian produknya. Tapi ada juga produsen yang hanya mewajibkan sistem bayar dimuka, artinya Anda tidak harus melunasi produk yang Anda beli. Pelunasan bisa dilakukan ketika semua barang yang Anda jual sudah laku. Tapi ingat, secara umum sistem reseller mengharuskan reseller untuk melunasi barang yang dibelinya. Artinya, Anda harus menyiapkan sejumlah dana sebagai investasi awal bisnis Anda.

Namanya juga bisnis, sedikit banyak pasti butuh modal, minimal modal usaha dan modal pulsa dan koneksi internet (jika online). :)

Pengertian Dropshiper & Cara Menjadi Dropshiper

Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah agen yang menjual kembali produk suppliernya dengan tidak memiliki produk suppliernya tersebut. Jadi Dropshipper hanyalah agen yang menjual informasi dari suatu produk.

Dropshipper adalah pebisnis yang melakukan proses jual beli tanpa membeli barang dari grosir/supplier, yang dilakukan hanya melakukan promosi kepada konsumen. Saat ada pemesanan dan pembelian, seorang dropshipper akan meneruskan order tersebut kepada grosir/supplier untuk dilakukan proses pengepakkan dan pengiriman langsung ke alamat konsumen. Artinya, dropshiper hanya modal promosi, produksi dan pengiriman dibebankan kepada suplier/produsen. Posisi antara dropshiper dan produsen sebagai berikut:

Dropshipper (Spesialis Promo) - Distributor - Konsumen

Contoh, misal Anda adalah seorang dropshipper dari produk aksesoris jilbab atau jamur crispy. Maka awalnya, Anda harus mengontak produsen barang tersebut dan melakukan kesepakatan. Setelah terjadi kesepakatan antara Anda dan produsen, Anda akan mendapatkan list harga. Selanjutnya Anda mulai melakukan promosi sesuai cara yang efektif menurut Anda baik secara langsung atau melalui media BBM, facebook, atau twitter dengan harga produk yang sudah dinaikkan. Selisih harga ini akan menjadi keuntungan bagi Anda nantinya.

Saat ada pemesanan dan pembelian yang diterima oleh Anda, maka Anda meminta konsumen untuk membayar uang dengan jumlah yang telah ditentukan (tentunya dengan menentukan margin sebagai keuntungan). Setelah pembayaran diterima, maka order tersebut diteruskan kepada produsen, kemudian Anda mentransfer uang yang ditentukan kepada produsen sesuai list harga yang ia berikan. Setelah pembayaran diterima oleh produsen, maka dia yang akan mengurus sisanya, mulai dari pengepakkan produk hingga pengiriman ke alamat si konsumen. Selanjutnya, Anda hanya membantu konsumen untuk tracking atau memantau pengiriman barang tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller


Kelebihan Menjadi Reseller :
  • Stok tersedia, sehingga cara menjual bisa lebih leluasa, misal : Cash on delivery (COD), membuka konter, membuka toko, menjual langsung door to door,
  • Bisa menerima konsumen dekat maupun jauh,
  • Bisa menjelaskan produk dengan lebih pasti, karena melihat sendiri bentuk fisik, berat, dan lain sebagainya,
  • Bisa mengontrol stok sendiri, sehingga tahu mana produk yang ready dan tidak,
  • Bisa mengambil margin lebih besar.

Kekurangan Menjadi Reseller :
  • Harus memiliki modal untuk membeli produk,
  • Memiliki resiko produk mengendap di gudang karena tidak laku,
  • Direpotkan dengan proses packing dan pengiriman.

Kelebihan dan Kekurangan Dropshiper


Kelebihan Dropshipper :
  • Tidak memerlukan modal untuk memulainya,
  • Tidak direpotkan dengan proses packing dan pengiriman,
  • Resiko kerugian yang sangat minim,

Kekurangan Dropshipper :
  • Hanya bisa menjual dengan cara online (jarak jauh). Karena untuk menjual secara langsung seorang dropshipper tidak memiliki stok produk,
  • Pemahaman tentang produk knowledge masih terbatas, karena kebanyakan dropshipper tidak mengetahui bentuk fisik produk yang dijualnya,
  • Kontrol produk tidak bisa dilakukan sendiri, karena masih bergantung kepada grosir/supplier

Sebagai pelajaran untuk praktek, Anda bisa tanya-tanya tentang bagaimana cara menjadi reseller kepada beberapa produsen. Ketika Anda menjadi reseller atau dropship, maka ini akan menjadi pengahasilan tambahan bagi Anda. Tidak direpotkan dalam pembuatan barang, tapi dapat untung. Mottonya orang sukses, "Jika halal, kenapa harus malu?". Berikut ini contoh produsen bros dan produsen kripik jamur crispy yang bisa Anda gunakan untuk awal praktek. Bros bisa untuk pelengkap atau aksesoris ketika puasa atau lebaran. Sedangkan keripik jamur bisa jadi jamilan untuk puasa dan lebaran. Silakan hubungi mereka, semoga mereka bisa membantu Anda menjadi pebisnis pemula.

Apa Sih Bedanya Reseller dan Dropship - Grosir Bros Kreswanti

Apa Sih Bedanya Reseller dan Dropship - Grosir Keripik Jamur


Demikian perbedaan reseller dan drophiper, baik dari cara kerjanya dan dari kelebihan dan kekurangannya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan selamat berakhir pekan. :)


6 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer